MODEL PENGELOLAAN DAN RENCANA IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO PADA PT. PERDANA KARYA PERKASA, TBK

Eva Purpadita -
Martin Hutajulu -
Aries Prasetyo -

Abstract


Ada fenomena yang menarik dan unik yang dimiliki industri konstruksi, yaitu pertama, industri jasa konstruksi adalah sebuah industri yang tergolong berisiko besar tetapi banyak peminatnya, hal ini dapat dicermati dengan demikian ketatnya kompetisi. Kedua, industri konstruksi merupakan sebuah industri yang tidak sekedar berorientasi pada produk jadi, sebagaimana pada industri lain, tetapi berorientasi pada proses. Terkait dengan hal tersebut PKP yang salah satu unit bisnisnya bergerak dalam usaha jasa konstruksi minyak dan gas, yaitu kegiatan jasa usaha layanan untuk penanganan pekerjaan bangunan atau konstruksi atau wujud fisik lainnya dalam menunjang kegiatan usaha migas. Bila ditinjau dari berbagai aspek jelas sarat dengan risiko bagi pihak yang terlibat di dalamnya. Dalam menerima dan mengelola risiko tersebut maka diperlukan penerapan manajemen risiko, yang tujuannya untuk meminimalisasi potensi risiko kerugian pada perusahaan. Dalam penelitian, teridentifikasi sebanyak 27 risiko operasional (terdiri dari 17 risiko kategori low; 9 risiko kategori medium; 1 risiko kategori high) dan sebanyak 118 risiko K3 (terdiri dari 84 risiko kategori low; 29 risiko kategori medium; 5 risiko kategori high). Dan dari semua temuan risiko tertinggi yang teridentifikasi, diperlukan penanganan lebih lanjut dengan membuat rencana penanganan risiko.

Keywords


Risiko; Manajemen Risiko; Konstruksi; Industri Migas

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.34149/jmbr.v10i1.68