PENGARUH KINERJA KEUANGAN, DPK DAN JUMLAH SBI TERHADAP PENYALURAN KREDIT PERBANKAN (Studi Pada Bank BUMN Yang Terdaftar di BEI Periode 2009 – 2018)

Tieka Trikartika Gustyana, Sasdalia Nova Diena

Abstract


Abstrak

Fungsi perbankan sebagai lembaga intermediasi akan memunculkan kegiatan bagi bank untuk menghimpun dana berlebih di masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut dalam bentuk kredit. Nantinya aktivitas penyaluran kredit perbankan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dana pihak ketiga (DPK), capital adequacy ratio (CAR), return on asset (ROA), non performing loan (NPL) dan jumlah sertifikat Bank Indonesia (SBI). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh penjelasan bahwa secara simultan DPK, CAR, ROA, NPL dan jumlah SBI berpengaruh terhadap penyaluran kredit perbankan. Sedangkan secara parsial DPK dan CAR berpengaruh terhadap penyaluran kredit perbankan, sementara ROA, NPL dan jumlah SBI tidak berpengaruh terhadap penyaluran kredit perbankan.

 

Abstract

The function of the banking sector as an intermediary will lead to activities for banks to raise excess funds in the community and redistribute the funds in the form of credit. Bank lending activities will be influenced by several factors, namely third party funds (DPK), capital adequacy ratio (CAR), return on assets (ROA), non-performing loans (NPLs) and the number of Bank Indonesia certificates (SBI). Based on the results of the study explained that simultaneously DPK, CAR, ROA, NPL and the number of SBI affect the distribution of bank credit. While partially DPK and CAR affects bank lending, while ROA, NPL and the number of SBI does not affect bank lending.

 


Keywords


Bank lending, DPK, CAR, ROA, NPL and the number of SBI



DOI: https://doi.org/10.34149/jmbr.v17i1.175

JMBR Editorial Office: PPM School of Management, Jl. Menteng Raya 9-19 Jakarta 10340 Phone: 021-2300313 ext 2354

 View My Stats

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.