PENGARUH BUDAYA DIGITAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI YAYASAN PENDIDIKAN TELKOM (STUDI KASUS KANTOR BADAN PELAKSANA KEGIATAN YPT)

Annisaa Rahmawati

Abstract


Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) merupakan lembaga yang bergerak di bidang pendidikan dengan kantor pusat pengelolaanya dikenal dengan sebutan Lakhar (Pelaksana Harian). Data Nilai Kinerja Individu (NKI) karyawan masih fluktuatif dan bahkan terjadi penurunan pada tahun 2017 untuk kategori P1 (Istimewa) dan P2 (Baik Sekali). Sementara studi pendahuluanbudaya digitalnya sudah terimplentasi cukup baik, namun ditelaah lebih dalam beberapa dimensi yang masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari budaya digital yang diterapkan, kinerja karyawan yang ada, dan juga meningkatkan budaya digital terhadap kinerja karyawan YPT. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data kuesioner yang disebarkan kepada 74 karyawan YPT dan data dianalisis menggunakan metode regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Mengolah data menunjukkan hasil budaya digital yang digunakan dan diterapkan di YPT tergolong sangat tinggi. Budaya digital juga memiliki pengaruh positif sebesar 39,5% terhadap kinerja karyawan di YPT.brainstorming atau diskusi kelompok fokus yang dapat mengembangkan potensi karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.

Keywords


Perilaku Organisasi; Budaya Organisasi; Budaya Digital; Manajemen Sumber Daya Manusia; Kinerja Karyawan

References


Amir, M. T. (2017). Perilaku Organisasi. (Cetakan Kesatu). Jakarta: Kencana.

Bangun, W. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga.

Brett, J. (2019). Evolving Digital Leadership: How to Be a Digital Leader in Tomorrow’s Disruptive World. Forest Lodge, New South Wales, Australia: Apress.

Buchanan, J., Kelley, B., dan Hatch, A. (2016). Digital Workplace and Culture: How Digital Technologies are Changing the Workforce and How Enterprise Can Adapt and Evolve. London: Deloitte Development LLC.

Buvat, J., Crummenerl, C., Kar, K., Sengupta, A., Solis, B., Aboud, C., dan Aoufi, H. E. (2017). The Digital Culture Challenge: Closing the Employee-Leadership Gap. Paris: Capgemini.

Cahyono, E. (2018). Revolusi Industri 4.0 dan Transformasi Organisasi Pemerintah. Diakses dari http://setkab.go.id/revolusi-industri-4-0-dan-transformasi-organisasi-pemerintah/. [3 ‎September ‎2018].

Elijah, N. (2016). Digital Culture versus Change. IOSR Journal of Engineering (IOSRJEN), Vol. 06, No. 08, 21-34.

Endarwati, O. (2017). Industri 4.0 Ciptakan Peluang Baru. Diakses dari http://koran-sindo.com/page/news/2017-05-03/2/3/Industri_ 4_0_ Ciptakan _ Peluang_Baru. [3 ‎September ‎2018].

Igen, R. (2018). Teknologi Terkini: Apa itu Industri 4.0 ? Dan apa saja elemen yang harus ada?. Diakses dari https://mobnasesemka.com/apa-itu-industri-4-0/. [3 ‎September ‎2018].

Kasmir. (2016). Manajemen Sumber Daya Manusia (Teori dan Praktik). (Cetakan Kedua). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Kementrian Perindustrian Republik Indonesia. (2018). Siaran Pers: Making Indonesia 4.0: Strategi RI Masuki Revolusi Industri Ke-4. Diakses dari http://www.kemenperin.go.id/artikel/18967/Making-Indonesia-4.0:-Strategi-RI-Masuki-Revolusi-Industri-Ke-4. [3 ‎September ‎2018].

Levin, M. (2018). 9 Ways Digitalization Is Disrupting Your Culture, and 3 Ways You Must Respond. Diakses dari https://www.inc.com/marissa-levin/10-was-digitalization-is-disrupting-your-culture-3-ways-you-must-respond.html. [19 Februari 2019].

Microsoft. (2018). Digital Culture: Your Competitive Advantage. Irlandia: Microsoft.

Novalius, F. (2018). Economy Sektor Riil: Apa Itu Industri 4.0? Ini Penjelasan Presiden Jokowi. Diakses dari https://economy.okezone.com/read/2018/04/04/320/1881871/apa-itu-industri-4-0-ini-penjelasan-presiden-jokowi. [3 ‎September ‎2018].

Priansa, D. J. (2017). Manajemen Kinerja Kepegawaian. (Cetakan Kesatu). Bandung: CV Pustaka Setia.

Riduwan, dan Kuncoro, E. A. (2017). Cara Menggunakan dan Memaknai Path Analysis (Analisis Jalur). (Cetakan Ketujuh). Bandung: Alfabeta.

Soetopo, H. (2012). Perilaku Organisasi Teori dan Praktik dalam Bidang Pendidikan. (Cetakan Kedua). Bandung: PT Remaja Rodakarya.

Turkoglu, H. S., dan Turkoglu, S. (2019). The Digital Cultural Identity on The Space Drawed in Virtual Games and Representative. Dalam B. O. Dogan, dan D. G. Unlu, Handbook of Research on Examining Cultural Policies Through Digital Communication (hal. 143). Hershey: IGI Global.

Umam, K. (2018). Perilaku Organisasi. (Cetakan Ketiga). Bandung: CV Pustaka Setia.

Wibowo. (2016). Budaya Organisasi: Sebuah Kebutuhan untuk Meningkatkan Kinerja Jangka Panjang. (Cetakan Keempat). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Yayasan Pendidikan Telkom. (2017). Laporan Tahunan Yayasan Pendidikan Telkom 2017.

Yegen, C. (2019). Digitalization of Labor: Women Making Sales Through Instagram and Knitting Accounts. Dalam R. Yılmaz, M. N. Erdem, dan F. Resuloglu, Handbook of Research on Transmedia Storytelling and Narrative Strategies (hal. 250). Hershey: IGI Global.

Zainal, V. R., Hadad, M. D., dan Ramly, M. (2017). Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. (Cetakan Kedua Belas). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.




DOI: https://doi.org/10.34149/jmbr.v16i2.153

JMBR Editorial Office: PPM School of Management, Jl. Menteng Raya 9-19 Jakarta 10340 Phone: 021-2300313 ext 2354

 View My Stats

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.